Bali
Yeeey, beberapa hari yang lalu aku pulang dari Bali. Sekolahku mengadakan study tour gitu deh. Seneng deh rasanya bisa seru-seruan bareng temen-temen. Itu salah satu alasan aku ingin ikut study tour diluar peraturan WAJIB mengikuti study tour ini. Hari Rabu tanggal 20 Maret 2013 aku berangkat dengan membawa tas koper dan satu tas ransel. Sekitar 17 jam naik bus, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Inilah untuk pertama kalinya aku merasakan penyebrangan dengan menggunakan kapal. Ternyata pusing sekali. Sampai-sampai pusingnya masih terasa hingga hari terakhir.
Hari pertama berada di Bali, kami mengunjungi museum Perjuangan Rakyat Bali. Disana banyak sekali patung arca dan candi-candi juga diorama perjuangan rakyat Bali. Ini dia beberapa foto dioramanya.



Terus lanjut deh ke objek yang kedua, yang menurutku ini tempat yang membosankan. Pabrik konveksi, Dewata. Di dalamnya ada banyak produk oleh-oleh khas Bali. Ada makanan, souvenir, dan baju. Karena aku nggak begitu tertarik dengan barang-barang yang ada dan pabriknya seperti konveksi-konveksi di Jogja, aku cuma berfoto-foto ria dengan teman-teman dan guru.




Selanjutnya kami menuju pantai Sanur. Suasana pantai saat itu sepi sekali dan pemandangannya membosankan karena pantai Sanur akan terlihat cantik ketika ada matahari terbit sedangkan saat itu kami mengunjunginya pada waktu sore hari. Tapi tak apalah, bagiku kebahagiaan di Bali adalah hunting foto dan seru-seruan bareng temen.

Perjalanan hari itu berakhir pada tempat berbelanja. Yup betul sekali, pasar tradisional Sukowati. Disana banyak sekali barang-barang seperti baju, acessories, dan masih banyak lagi. Tapi sebelumnya kami mengunjungi pusat oleh-oleh khusus makanan dulu, Cah Ayu. Setelah semua selesai berbelanja, lalu kami menuju hotel untuk beristirahat.
Keesokan harinya, kami menuju objek wisata yang paling banyak diminati dan menjadi the most beach yang harus wajib dikunjungi. Pantai Kuta. Seperti yang sudah kalian ketahui, pantai ini memiliki pesona tersendiri. Mengapa? Entahlah, yang jelas pemandangannya bagus banget dengan hamparan pasir putih di pesisir pantai. Apalagi disana banyak bule cakep. Sayangnya aku nggak sempet foto sama tu bule. Tapi setidaknya aku punya banyak foto dengan teman-teman, khususnya The Binder.



Perjalanan selanjutnya, kami menuju tempat belanja lagi nih. Joger. Buset dah, disana bukan lagi tempat jualan baju dan souvenir tapi udah berubah menjadi lautan manusia. Sumpeknya minta ampun deh. Apalagi antrean kasirnya. Selama sejam lebih kami berpusing memilih baju dan souvenir lalu kami menuju Mr. Kuta, dan ini adalah tempat belanja lagi. Tapi aku sudah nggak tertarik berbelanja. Akhirnya kami menuju aula gedung untuk menyantap hidangan makan siang kami dan buat yang cowok, Jum'atan.
Setelah selesai, langsung cus deh ke Tanjung Benoa yang sebenernya pantai tapi disulap menjadi arena permainan air seperti parasailing, naik perahu ke pulau penyu, diving, dan lain sebagainya. Karena hari itu aku benar-benar lagi badmood jadinya aku nggak maen apa-apa deh, cuma duduk-duduk di pinggir pantai sambil melihat teman-teman yang lain menikmati permainannya.
Sampailah di tempat kunjungan yang terakhir, GWK alias Garuda Wisnu Kencana. Sayangnya disana kami hanya bisa berfoto dengan potongan-potongan patungnya yang masih dalam tahap pembangunan. Jadi tidak dalam bentuk yang utuh Garuda Wisnu Kencana.



Nah, seperti itulah patungnya. Harusnya Dewa Wisnu dan Garuda itu bersatu seperti gambar yang terakhir (foto pada saat pagelaran sendra tari di theater room GWK) tapi karena pembangunan itu kurang biaya (kata Bli Made, guide bus 3 alias bus-ku) jadi baru berupa potong-potongan yang terpisah deh. Tapi tak apalah yang penting aku tetep bisa berfoto ria dengan teman-teman.

Perjalanan selanjutnya dilanjutkan keesokan harinya. Kami sudah membawa koper dan barang-barang lainnya ke bus karena setelah menuntaskan 2 objek yang akan kami kunjungi hari itu, kami langsung cus pulang kampung.
Objek yang pertama yaitu desa Sangeh. Disana adalah tempat seperti hutan yang menurut masyarakat Bali adalah tempat wisata yang suci sehingga cewek yang sedang berhalangan tidak diperkenankan masuk, termasuk aku. Jadilah aku nggak punya stok foto disana. Ya sudahlah.
Kemudian berlanjut ke objek wisata kedua, Bedugul. Yaitu sebuah danau yang berada di daerah pegunungan yang masih asri. Disana kami disuguhkan dengan pemandangan yang memukau. Selain itu kami juga dipersilahkan untuk berbelanja buah-buahan yang segar. Karena ibu sudah memesan salak bali, jadilah aku membelinya 2 kilo. Selepas itu, aku berfoto ria lagi sebelum cus meninggalkan pulau sejuta kenangan itu.



Finally, kami cus ke pelabuhan Gilimanuk buat nyebrang lagi. Tapi kali ini rasanya nggak begitu pusing kayak berangkatnya karena ditemani oleh pemandangan sun set atau matahari terbenam yang sangat sayang jika dilewatkan. Sayang aku nggak sempet motret karena saking asiknya menikmati pemandangan yang langka itu. Tapi kalo soal foto-foto setelah sun set sih banyak.


Tepat jam 8 pagi, kami tiba di sekolah kami tercinta dan pulang ke rumah masing-masing dengan seabrek oleh-oleh dan badan yang capek. Tapi itu semua terbayar dengan segala kebersamaan dengan teman-teman :)))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar