Terlalu Melow
Okey, sudah banyak quotes, sudah banyak kata-kata bijak yang aku keluarkan tapi itu pun tidak mengubah hidupku. Sama saja, berhenti dan stuck. Mungkinkah ini adalah takdir hidupku? Tapi mengapa harus begini?
Selalu salah di setiap keadaan, di setiap tempat aku berada.
Rasanya susah untuk mengerti orang lain dengan caraku sendiri, dengan aku yang apa adanya. Sedang aku menuntut mereka 'harus' mengertiku. Itukah yang membuatku begini? Aku terlalu egois, memang. Selalu memimpikan sesuau hal yang indah dan ingin semua serba sempurna seperti apa yang aku inginkan. Seakan semua ingin tertuju kepadaku.
Diam, selama ini aku berusaha untuk diam, tapi ini bukan aku. Terlalu diam membuatku salah tingkah dan mudah berprasangka. Lalu dengan apa? Berbicara, terlalu banyak, jadi terkesan 'sok pamer'.
Dewasa, seperti apa cara menjadi dewasa? Kata orang, aku sudah terlihat dewasa. Dewasa apanya? Aku yang seperti ini sudah bisa dibilang dewasa? Aku yang masih sekalu egois, yang selalu banyak menuntu ini-itu, yang selalu nggak bisa jadi diriku sendiri, yang selalu nggak bisa ngeliat keadaan, yang selalu menempatkan diri dengan benar. Aku pun nggak tau aku siapa. Aku nggak kenal jati diriku, aku nggak kenal siapa diriku sebenarnya, dan apa yang aku inginkan dari hidup ini.
Selanjutnya, aku hanya bisa terus menyalahkan hidup yang sudah berjalan 16 tahun 7 bulan. Menyesali setiap keadaan yang terjadi sebelumnya. Memaki diri sendiri. Menyiksa perasaan batin dengan banyak prasangka. Harus sampai kapan harus begini?
Belum siap, kataku. Lalu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar