Apa sih artinya sebuah ketulusan itu?
Tulus dalam hal mencintai?
Tulus dalam hal menyayangi?
Banyak orang mengatakan bahwa tulus adalah menerima
apa adanya. Namun bagiku, apa adanya tidak mewakili seseorang yang berlaku
tulus. Menerima apa adanya terkadang bersifat conditional banget. Keadaan lah
yang membuat seseorang mau tidak mau menerima apa adanya padahal dalam hati
kecilnya ia berharap sesuatu yang mungkin tidak akan terwujud.
Menurutku, tulus adalah sebuah kata yang bermakna
tanpa pamrih. Ya, orang yang tulus tak akan berharap sesuatu apapun untuk
sebuah pembalasan atas apa yang ia lakukan. Namun sulit kutemui orang yang
seperti itu. Justru orang-orang selalu menanyakan apa hasil yang didapat selama
apa yang ia lakukan. Jarang sekali seseorang tidak mengharapkan imbalan atas
apa yang ia lakukan. Helooo ini bukan zaman yang serba gratis, buang air di WC
umum aja bayar. Begitulah kalimat yang terucap tiap kali seseorang belum
mendapatkan imbalan yang semestinya. Bahkan tak jarang pula orang berencana untuk
melakukan sesuatu agar mendapatkan suatu timbal balik yang lebih. Sungguh
sangatlah memprihatinkan moral manusia di dunia saat ini.
Kuakui, aku pun bukan seseorang yang tulus. Banyak
bayang-bayang harapan yang selalu muncul ketika aku melakukan sesuatu untuk
orang lain, dan segala pengandaian yang selalu kubuat. Mungkin itu yang membuat
hati ini tak tenang karena selalu berpikiran bahwa sesuatu yang telah kulakukan
selama ini akan sia-sia dan tiada yang bisa kudapat. Aku terlalu takut dengan
harapan yang selalu tertanam akhirnya tidak tumbuh dan berbunga kenyataan. Aku
terlalu takut apabila mentari terbenam dan tak menampakkan diri lagi ketika
subuh menjelang. Aku juga terlalu takut bila saat itu tiba, aku belum berhasil
membawanya berada dalam kebahagiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar