Jumat, 26 Desember 2014

Ketulusan Hati

 

Apa sih artinya sebuah ketulusan itu?

Tulus dalam hal mencintai?

Tulus dalam hal menyayangi?

Banyak orang mengatakan bahwa tulus adalah menerima apa adanya. Namun bagiku, apa adanya tidak mewakili seseorang yang berlaku tulus. Menerima apa adanya terkadang bersifat conditional banget. Keadaan lah yang membuat seseorang mau tidak mau menerima apa adanya padahal dalam hati kecilnya ia berharap sesuatu yang mungkin tidak akan terwujud.

Menurutku, tulus adalah sebuah kata yang bermakna tanpa pamrih. Ya, orang yang tulus tak akan berharap sesuatu apapun untuk sebuah pembalasan atas apa yang ia lakukan. Namun sulit kutemui orang yang seperti itu. Justru orang-orang selalu menanyakan apa hasil yang didapat selama apa yang ia lakukan. Jarang sekali seseorang tidak mengharapkan imbalan atas apa yang ia lakukan. Helooo ini bukan zaman yang serba gratis, buang air di WC umum aja bayar. Begitulah kalimat yang terucap tiap kali seseorang belum mendapatkan imbalan yang semestinya. Bahkan tak jarang pula orang berencana untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan suatu timbal balik yang lebih. Sungguh sangatlah memprihatinkan moral manusia di dunia saat ini.

Kuakui, aku pun bukan seseorang yang tulus. Banyak bayang-bayang harapan yang selalu muncul ketika aku melakukan sesuatu untuk orang lain, dan segala pengandaian yang selalu kubuat. Mungkin itu yang membuat hati ini tak tenang karena selalu berpikiran bahwa sesuatu yang telah kulakukan selama ini akan sia-sia dan tiada yang bisa kudapat. Aku terlalu takut dengan harapan yang selalu tertanam akhirnya tidak tumbuh dan berbunga kenyataan. Aku terlalu takut apabila mentari terbenam dan tak menampakkan diri lagi ketika subuh menjelang. Aku juga terlalu takut bila saat itu tiba, aku belum berhasil membawanya berada dalam kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar